Selasa, 29 Oktober 2013

tulang



 Tulang merupakan alat gerak pasif karena tidak dapat bergerak tanpa bantuan otot. Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (tulang/osteon/sejati).
a. Tulang rawan
Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang mensekresikan matriks (kondrin) berupa hialin atau kolagen. Pada tulang rawan banyak mengandung zat perekat berupa kolagen dan sedikit mengandung zat kapur. Itulah sebabnya tulang rawan bersifat lentur. Sel-sel tulang rawan atau kondrosit dibentuk oleh kondroblas. Pada masa bayi atau masa pertumbuhan sebagian besar tulang masih berupa tulang rawan. Seiring dengan pertumbuhan bayi dan pertambahan usia, tulang-tulang rawan mengalami penulangan (osifikasi) sehingga tulang tidak lentur lagi, melainkan tumbuh menjadi keras. Akan tetapi, tidak semua mengalami penulangan dan tetap berupa tulang rawan. Misalnya, pada bagian persendian, daun telinga, cuping hidung, dan ruas-ruas tulang belakang. Tulang rawan memiliki tiga tipe, yaitu hialin, fibrosa, dan elastis. Ketiganya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Tulang rawan hialin
Tulang rawan hialin bersifat lentur, semi transparan, dan berwarna putih kebiruan. Tulang rawan ini merupakan penyusun rangka embrio yang akan berkembang menjadi tulang keras. Selain pada embrio, tulang rawan hialin juga terdapat pada sendi gerak ujung tulang rusuk, hidung, bronki, dan trakea.
2) Tulang rawan fibrosa
Tulang rawan fibrosa memiliki banyak serabut kolagen dalam matriks. Matriksnya berwarna keruh dan gelap, serta kuat dan kaku. Tulang rawan fibrosa terdapat pada tendon dan ligament
 3) Tulang rawan elastic
Tulang rawan elastis berwarna kekuningan. Matriksnya mengandung serabut elastis. Tulang rawan elastis terdapat pada daun telinga.






Gambar 3.1 Macam-macam tulang rawan (a) hialin, (b) fibrosa, (c) elastis.
b. Tulang keras (tulang sejati)
Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Tulang keras tersusun dari jaringan tulang keras, yang terdiri dari sel-sel tulang ( osteosit) yang membentuk lingkaran. Di tengah-tengah sel tulang terdapat saluran Havers. Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi untuk mengangkut sari makanan dan oksigen pada sel tulang. Pada tulang keras banyak mengandung zat kapur (kalsium) dan sedikit mengandung zat perekat. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau osifikasi. Perhatikan gambar 3.2. Jenis osifikasi adalah desmal dan kondral. Kondral meliputi perikondral dan enkondral. Desmal merupakan penulangan pada tulang keras, sedangkan kondral adalah penulangan pada tulang rawan.
Sel-sel tulang keras yang telah mati akan membentuk rongga bekas sel tulang yang disebut lakuna. Setiap lakuna dapat berhubungan satu sama lainnya melalui saluran-saluran kecil yang disebut kanalikuli.
Gambar 3.3 Anatomi tulang keras.
Tulang keras terdapat pada seluruh tulang anggota gerak. Lapisan luarnya keras (tulang kompak) dan mengelilingi rongga yang disebut rongga sumsum. Jadi, tulang tidak rapat, tetapi berongga di tengahnya. Seandainya semua tulang rapat tanpa rongga, tubuh kita sangat berat dan akan sulit digerakkan.

CFG



A.      Perekonomian dua sektor
 
B.      Perekonomian empat sektor
 
2.         MANFAAT  DIAGRAM  INTERAKSI PELAKU EKONOMI
A.        Menganalisis aliran uang dan barang dalam kegiatan ekonomi nasional
B.         Mengawasi dan mengatur keseimbangan kebutuhan akan barang dalam negeri dengan arus barang dan uang dari luar negeri
C.         Menentukan pola pembangunan nasional
D.        Mengetahui perhitungan dan distribusi pendapatan dan produk nasional serta perhitungan pendapatan nasional dan RAPBN ternasuk kebijakan-kebijakannya
E.         Mengetahui gambaran tentang arus investasi dan dana pembangunan dari  dalam atau luar negeri
F.         Mengawasi devisa negara terhadap neraca pembayaran luar negeri
G.        Mengetahui hak dan kewajiban negara terhadap pelaku ekonomi lainnya
H.        Mencari bentuk atau struktur ekonomi nasional dengan perkembangan globalisasi ekonomi
I.           Mengetahui sumber-sumber penerimaan negara terutama yang berasal dari pajak
J.          Menjalin hubungan kerjasama internasional dengan negara lain.
SOAL-SOAL  LATIHAN
SOAL URAIAN
Gambar dan Jelaskan arus diagram interaksi pelaku ekonomi empat sektor
KUNCI JAWABAN




1.       Sektor rumah tangga memiliki faktor produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi barang dan jasa. Faktor produksi tersebut adalah kesediaan untuk bekerja, barang modal , uang dan kesediaan untuk menanggung resiko yang dihadapi oleh perusahaan dengan membeli saham.untuk faktor produksi yang diberikan tersebut,sektor perusahaan memberikan gaji untuk kesediaan bekerja,pendapatan bunga untuk kesediaan meminjamkan uang, pendapatan sewa untuk kesediaan memberikan barang modal, dan pembagian keuntungan untuk kesediaan menanggung resiko.semuanya itu (garis 1) merupakan aliran pendapatan bagi sektor rumah tangga yang berasal dari sektor perusahaan. Selain itu rumah tangga juga memperoleh pendapatan dari pemerintah.pendapatan tersebut bisa karena balas jasa atas faktor produksi yang diberikan. Tetapi ada juga pendapatan yang diperoleh dari sektor pemerintah yang bukan merupakan balas jasa atas faktor produksi yaitu pendapatan non balas jasa.
Jika masyarakat yang kurang mampu pemerintah memberikan tunjangan-tunjangan,maka bagi yang mampu pemerintah menarik pajak (garis 3). Tentu saja pajak ini mengurangi pendapatan total sektor rumah tangga. Pendapatan (garis 1 + garis 2) dikurangi pajak (garis 3) merupakan pajak yang dapat dibelanjakan. Pendapatan inilah yang digunakan untuk konsumsi barang dan jasa yang diproduksi sektor perusahaan (garis 4) maupun yang diimpor dari luar negeri (garis 8).
2.       Sektor perusahaan
Aliran pengeluaran sektor rumah tangga (garis 4) merupakan aliran pendapatan sektor perusahaan. Selain dari sektor rumah tangga, perusahaan memperoleh pendapatan dari sektor pemerintah (garis 5) yang merupakan konsumsi pemerintah, dan dari permintaan sektor luar negeri yang merupakan ekspor sektor perusahaan (garis 7). Selain melakukan pembayaran untuk sektor rumah tangga (garis 1), perusahaan juga membayar pajak kepada pemerintah (garis 6)
3.       Sektor pemerintah
Fungsi utama pemerintah adalah menyediakan barang publik. Untuk menjalankan fungsinya, pemerintah melakukan pengeluaran berupa pembelian barang dan jasa dari sektor perusahaan (garis 5) dan pengeluaran-pengeluaran untuk sektor rumah tangga (garis 2). Karena barang publik tidak dapat disediakan sepenuhnya lewat mekanisme pasar, pemerintah harus menarik pajak dari sektor rumah tangga (garis 3) dan sektor perusahaan (garis 6).
4.       Sektor luar negeri
Sektor rumah tangga, perusahaan dan pemerintah merupakan perekonomian domestik. Perekonomian dikatakan tertutup jika tidak melakukan interaksi dengan sektor luar negeri. Interaksi dengan sektor dalam perekonomian terbuka disederhanakan dengan mekanisme ekspor (garis 7) dan impor (garis 8).

proposal



Latar Belakang
            Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang selalu dilimpahkan kepada kita semua. Shalawat serta salam tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW., beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang istiqomah di jalan-Nya sepanjang zaman.
            Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sekarang ini sangatlah pesat. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan IPTEK tersebut diharapkan dapat membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia. Hal ini perlu diimbangi dengan penyediaan sumber daya manusia yang kompeten agar dapat bersaing di dunia nyata. Namun, ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup untuk menjadi bekal kita karena kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak. Untuk itu, perlu dipersiapkan pula sumber daya manusia yang memiliki iman dan taqwa serta menguasai IPTEK sehingga dapat mencegah penyelewengan terhadap aplikasi dari ilmu itu sendiri yang mengakibatkan kerugian bagi orang banyak.
            Berangkat dari kesadaran inilah, kami sebagai mahasiswa yang masih dan selalu berada dalam proses belajar merasa perlu untuk memperdalam ilmu untuk menyeimbangkan antara kepentingan duniawi dan ruhiah, agar Insya Allah dapat membentuk manusia yang mampu menjadi Rahmatan lil ‘alamiin.
            Oleh karena itu, kami mengajukan usulan kegiatan Studi Islam Kreasi Matematika 2008 , yang selanjutnya disingkat DISKRET 2008, sebagai salah satu sarana pembinaan yang dilakukan ROHIS HMD Matematika bagi mahasiswa muslim Matematika.


Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah sbb:
1.      Meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah Swt.
2.      Menciptakan suasana islami di Departemen Matematika
3.      Menjalin silaturrahim antar mahasiswa
4.      Membentuk pribadi muslim yang kompeten
5.      Membiasakan diri untuk berakhlak islami dan selalu mengisi waktu dengan hal-hal positif.

Nama Kegiatan
Nama kegiatan ini adalah “DISKRET 2008”.

Tema Kegiatan
Dalam kegiatan ini kami mengangkat tema 3T (Ta’aruf, Tafakur, Taskiyatun Nafsih).

Sasaran Kegiatan
            Sasaran kegiatan DISKRET 2008 secara umum adalah seluruh mahasiswa dan mahasiswi muslim matematika dan secara khusus ditujukan kepada mahasiswa dan mahasiswi baru (angkatan 2008) dan panitia (angkatan 2007).

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Rangkaian acara kegiatan Diskret 2008 ini insya Allah akan dilaksanakan pada,
Waktu              :  Sabtu – Ahad, 20 – 21 September 2008
Tempat             :  Villa Brevi-Mondo, Cisarua

Bentuk Kegiatan
Kegiatan Diskret 2008 merupakan suatu rangkaian acara yang terdiri dari beberapa kegiatan utama, yaitu :
1.      Silaturrahim mahasiswa Departemen Matematika
2.      Matdis (Materi dasar Islami)
3.      Mentoring
4.      Tafakur alam
5.      Games
6.      Tilawah Al-Qur’an
7.      Tausiyah
8.      Nonton Bareng
9.      Pensil (Pentas Seni Islam)
10.    Motivation training.

Susunan Panitia (Terlampir)

Anggaran Dana (Terlampir)

Susunan Acara (Terlampir)

Penutup
            Demikianlah usulan kegiatan DISKRET 2008 ini kami sampaikan. Kepada seluruh pihak terkait, kami mengharapkan bantuannya, baik secara moril maupun materiil. Kami sangat berharap agar acara ini dapat berjalan dengan sukses serta dapat mencapai tujuan. Semoga Allah senantiasa melapangkan hati kita dan mempermudah niat baik kita. Amin.

Lembar Pengesahan
Menyetujui,

Ketua Panitia